Fakultas Filsafat UNPAR Gelar Program P3M 2026: Kaji Ketangguhan Masyarakat Bandung Raya Berbasis Ekologi Integral

CPCReSFAKULTAS FILSAFAT 2026 – Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan Program Penelitian, Pendidikan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) tahun 2026. Program tahun ini mengusung fokus kajian yang mendesak dan relevan, yakni resiliensi (ketangguhan) masyarakat Cekungan Bandung Raya terhadap potensi kebencanaan melalui pendekatan ekologi integral.

Lebih dari sekadar penelitian akademik, program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran eksperiensial yang formatif bagi para calon imam. Melalui keterlibatan langsung di tengah komunitas yang rentan bencana, para mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kepekaan sosial, pastoral, serta refleksi teologis yang mendalam. Kajian ini dilandasi oleh filsafat lingkungan dan konsep ekologi integral sebagaimana digambarkan dalam ensiklik Laudato Si’, yang menekankan relasi eksistensial manusia dengan alam serta pentingnya keadilan sosial dalam merespons krisis ekologis.

Metodologi Partisipatoris dan Pemetaan Zona Rawan Bencana

Untuk menangkap realitas komunitas secara utuh, penelitian ini menerapkan metodologi kualitatif-partisipatoris. Tim peneliti akan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), observasi etnografis, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD). Pelaksanaan lapangan akan melibatkan pembagian mahasiswa ke dalam lima kelompok yang akan meneliti lima zona berbeda di sekitar Cekungan Bandung. Setiap zona dipilih karena memiliki karakteristik dan kerentanan bencana yang unik, sehingga pemetaan yang dihasilkan dapat komprehensif dan kontekstual.

Salah satu sorotan utama dari kajian ini adalah pemetaan peran strategis institusi sosial dan keagamaan. Institusi-institusi ini tidak hanya dipandang sebagai pusat ketangguhan komunitas, tetapi juga sebagai first responder yang krusial saat bencana terjadi.

Luaran Ganda: Akademis dan Pengabdian Masyarakat

Luaran dari program ini dirancang untuk memberikan dampak ganda. Di sisi akademis, program ini akan menghasilkan laporan penelitian fenomenologis, dokumen pemetaan modal sosial, artikel publikasi, serta video dokumenter tentang resiliensi komunitas. Sementara itu, luaran pengabdian masyarakat akan dikonkretkan dalam bentuk buku saku adaptasi bencana, dokumen pemetaan untuk Caritas dan paroki, serta policy brief yang dapat langsung diadopsi oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

Program P3M 2026 ini akan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, dengan rincian tahap pembekalan teori selama lima hari, pengambilan data lapangan selama 18 hari, serta penyusunan laporan dan presentasi hasil selama tujuh hari. Keberhasilan program ini diukur melalui beberapa indikator kunci, antara lain peningkatan kepekaan sosial mahasiswa yang dievaluasi melalui pre-test dan post-test, kelengkapan dokumentasi data PRA, serta terbangunnya jejaring kolaborasi yang kuat dengan minimal lima institusi lokal di wilayah kajian.

Filsafat dan Teologi untuk Kehidupan yang Lebih Tangguh

Melalui program P3M 2026 ini, Fakultas Filsafat UNPAR menegaskan perannya dalam menjembatani refleksi teologis-filosofis dengan aksi nyata di tengah masyarakat. Diharapkan, kajian ini tidak hanya menghasilkan dokumen akademik, tetapi juga menjadi katalisator bagi terciptanya komunitas yang tangguh, berkeadilan, dan peduli terhadap rumah bersama kita.

Selamat bertugas dan berkarya kepada seluruh tim peneliti dan mahasiswa yang terlibat. Semoga langkah ini membawa manfaat nyata bagi kemanusiaan, penguatan modal sosial, dan kelestarian ciptaan (ICS – Yusuf S).