KAPETA SELEKTA P3M FF UNPAR


GALERI ARTIKEL & TULISAN






GALERI VIDEO DINAMIKA






Program PPPM/P3M (Pendidikan, Pendidikan, dan Pengabdian Masyarakat)
Program P3M — Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat — adalah titik di mana seluruh kerja kurikulum menemukan maknanya yang paling jujur. Ketiga pilarnya bukan kegiatan terpisah: pendidikan membentuk cara pandang, penelitian menguji kedalamannya, dan pengabdian mempertaruhkannya di hadapan realitas manusia yang konkret dan tidak selalu rapi. Dalam kerangka experiential learning, P3M mengubah mahasiswa dari konsumen pengetahuan menjadi pembangun pengetahuan — dan di sanalah pendidikan karakter menemukan medannya yang paling autentik: bukan sekadar tahu tentang nilai, bukan sekadar merasakan empati, tetapi bertindak dalam situasi nyata yang menuntut keberanian, pengorbanan, dan kehadiran yang utuh. Maka P3M bukan tambahan program — ia adalah kurikulum itu sendiri dalam bentuknya yang paling hidup, tempat di mana sophia berhenti menjadi teks dan mulai menjadi cara hidup.
Materi Pokok
Filosofi utama P3M adalah experiential learning (pembelajaran berbasis pengalaman), yang menganggap pengalaman sebagai jembatan penting untuk menghubungkan konsep teoritis dengan realitas. Melalui pendekatan ini, mahasiswa diberdayakan untuk membangun sikap ilmiah, meningkatkan kepercayaan diri, serta mampu menentukan tindakan dan keputusan melalui refleksi kritis terhadap pengalaman belajar mereka.
Berdasarkan tahap pembekalan kompetensi dan skills, materi yang disampaikan dalam program ini meliputi:
| Materi Pembekalan | Materi Pembekalan |
|---|---|
| SINDU dan Pemberdayaan Masyarakat | Identifikasi Masalah |
| Metode Penelitian Kualitatif | Analisis Kebutuhan |
| Metode PRA (Participatory Rural Appraisal) | Kajian Kerentanan dan Kapasitas |
| Teori Interdisiplin | Perencanaan Program |
| Teori Multikultural | Simulasi Kajian |
| Pemetaan Sosial Awal | Laporan Akhir dan Rekomendasi |
| Pengelompokan dan Pemetaan Masalah |
RPS P3M Fakultas Filsafat
RPS Fakultas Filsafat ini dirancang sebagai kerangka operasional yang mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Melalui pendekatan kritis-reflektif, kurikulum ini menyelaraskan aktivitas pembelajaran, riset, dan pengabdian untuk mengasah nalar filosofis mahasiswa. Dengan demikian, lulusan diharapkan tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang nyata.
Berikut, salah satu PRS. Selanjutnya, klik gambar RPS di bawah

Publikasi sebagai Pertanggungjawaban Intelektual
Publikasi PPPM — Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat — Fakultas Filsafat UNPAR bukan sekadar dokumentasi kegiatan akademik. Untuk itu, program P3M membimbing peserta untuk mengkonstruksi pengetahuan, pengalaman, dan tindakan. Bentuk luar tersebut menjadi bentuk unjuk proses dan sekaligus pertanggungjawaban intelektual. Dengan mempublikasikan hasil kerja tri dharma ini secara terbuka, Fakultas Filsafat UNPAR menegaskan bahwa ilmu pengetahuan bukan milik menara gading — ia harus dapat dibaca, dikritisi, direplikasi, dan dilanjutkan oleh siapa pun yang peduli pada kemajuan bersama.
Dinamika Pelaksanaan Program P3M
Publikasi PPPM merekam perjalanan itu: bagaimana sebuah fakultas filsafat tidak hanya berpikir tentang dunia, tetapi turut serta mengubahnya — satu penelitian, satu kelas, satu komunitas dalam satu waktu. Informasi selanjutnya, klik ikon
Pedoman Program
Pedoman program, salah satunya Buku Pedoman PPPM 2023 Pangandaran, hadir sebagai panduan strategis bagi pelaksanaan tridharma perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—yang berakar pada konteks lokal Kabupaten Pangandaran. Di tengah dinamika pembangunan daerah dan tuntutan kolaborasi lintas sektor, pedoman ini menjadi rujukan penting untuk memastikan setiap kegiatan akademik dan sosial berjalan selaras dengan visi pemberdayaan masyarakat serta penguatan kapasitas desa. Keberadaannya menegaskan komitmen institusi terhadap tata kelola yang terukur, transparan, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.
Urgensi buku ini terletak pada fungsinya sebagai acuan operasional yang menyatukan prinsip akademik dengan praktik lapangan. Dengan tersedianya pedoman ini, dosen, peneliti, dan mitra masyarakat memiliki arah yang jelas dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program PPPM secara berkelanjutan. Dokumen ini bukan sekadar kumpulan prosedur, melainkan wujud konkret dari upaya membangun sinergi antara universitas dan masyarakat untuk menciptakan perubahan sosial yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Buku Pedoman PPPM 2023 Pangandaran berisi panduan lengkap mengenai pelaksanaan program Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) yang disusun untuk mendukung sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat Pangandaran. Di dalamnya tercantum kerangka kebijakan, mekanisme pelaksanaan, tahapan perencanaan, serta sistem evaluasi kegiatan PPPM yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas desa. Pedoman ini juga menjelaskan prinsip kolaborasi lintas sektor, tata kelola administrasi, serta standar pelaporan agar setiap kegiatan akademik dan sosial dapat berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan sesuai dengan visi pembangunan daerah.
Kumpulan Luaran Kegiatan P3M
Luaran Program P3M di Universitas Katolik Parahyangan disajikan dalam bentuk yang beragam dan terstruktur. Bentuk luaran mencakup tulisan populer, artikel ilmiah, dan video dokumentasi kegiatan. Setiap luaran tersedia dalam format digital yang dapat diakses secara langsung. Penyajian dilakukan secara sistematis untuk mendukung diseminasi hasil kepada publik.
- Tulisan Populer
- Artikel Ilmiah
- Video Dokumentasi
- Laporan dan Rekomendasi
Program P3M menunjukkan bahwa pendidikan yang bermakna selalu berakar pada pengalaman nyata. Pendidikan membentuk pengetahuan. Penelitian menguji kebenaran. Pengabdian mewujudkan tanggung jawab sosial. Seluruh proses tersebut membentuk karakter mahasiswa pada ranah kognitif, afektif, dan tindakan. Melalui P3M, Fakultas Filsafat UNPAR menegaskan bahwa filsafat tidak berhenti pada pemikiran, tetapi hadir sebagai praksis yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat (ICS – Yusuf S)
