FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Mahasiswa peserta Program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melakukan sowan dan diskusi bersama Karang Taruna Kampung Babakan Gentong, Desa Cibodas. Kegiatan yang berlangsung di sekretariat Karang Taruna Kampung Babakan Gentong ini dihadiri oleh 17 orang.
Mengenal Kehidupan Warga dari Dekat
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab. Kegiatan diawali dengan ngopi dan menikmati kue balok bersama sebelum dilanjutkan dengan diskusi mengenai kehidupan sehari-hari masyarakat Kampung Babakan Gentong.
Dalam diskusi, mahasiswa mendengarkan cerita dan pengalaman warga mengenai keseharian masyarakat, termasuk perubahan mata pencaharian warga dari waktu ke waktu. Percakapan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana kehidupan masyarakat terbentuk melalui pengalaman, perubahan lingkungan, serta kondisi sosial yang dihadapi warga.
Memahami Resiliensi Masyarakat
Selain membicarakan kehidupan dan mata pencaharian warga, diskusi juga diarahkan pada bagaimana masyarakat Kampung Babakan Gentong menghadapi dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Pengalaman warga menjadi sumber penting bagi mahasiswa untuk memahami resiliensi masyarakat tidak hanya sebagai kemampuan menghadapi persoalan, tetapi juga sebagai proses membangun kemampuan bertahan dan menyesuaikan diri dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi mahasiswa P3M, perjumpaan semacam ini menjadi bagian penting dalam mengenali masyarakat secara langsung. Sowan dan dialog membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari pengalaman warga sekaligus memahami realitas Desa Cibodas dari perspektif masyarakat yang mengalaminya sendiri.
Menutup Pertemuan dengan Pamitan
Setelah diskusi berlangsung, kegiatan ditutup dengan pamitan. Pertemuan bersama Karang Taruna Kampung Babakan Gentong menjadi salah satu proses pembelajaran lapangan bagi mahasiswa dalam membangun komunikasi dan memahami kehidupan masyarakat secara lebih dekat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengumpulkan informasi mengenai Desa Cibodas, tetapi juga belajar bahwa pemberdayaan masyarakat perlu diawali dengan kehadiran, keterbukaan untuk mendengarkan, dan penghargaan terhadap pengalaman warga.
(ICS – Yusuf S)

