P3M 2026: Dekan Fakultas Filsafat Unpar Resmi Terjunkan Mahasiswa


FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) secara resmi memberangkatkan mahasiswa peserta Program Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Tahun 2026 menuju lokasi pengabdian di wilayah Cekungan Bandung Raya, Kamis (6/8/2026). Momentum penerjunan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan P3M yang mengusung pendekatan partisipatif dalam membangun ketangguhan masyarakat. Melalui keterlibatan langsung para mahasiswa, termasuk para seminaris, Fakultas Filsafat Unpar kembali menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui proses pembelajaran yang menyatu dengan pelayanan kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa pembukaan dan pemberkatan yang dipimpin oleh Romo Onesius Otenieli Daeli, Pr., Dekan Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Momen ini menjadi peneguhan spiritual sekaligus akademik bagi seluruh peserta sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Djunatan, selaku Koordinator Mata Kuliah Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), bersama para dosen pendamping, Bapak Yusuf Siswantara dan Bapak Wilfridus Siga, serta Bapak Salomo Marbun sebagai pendamping ahli dari Caritas Bandung. Kehadiran para dosen dan mitra pendamping tersebut mencerminkan sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga sosial kemanusiaan dalam mendukung pelaksanaan P3M yang partisipatif, kontekstual, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Pembekalan untuk Terjun ke Tengah Masyarakat

Dalam arahannya, Romo Ote menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim P3M yang telah mempersiapkan program secara matang. Secara khusus, ia mengucapkan terima kasih kepada Caritas Bandung sebagai mitra pelaksana yang telah memberikan dukungan penuh sejak tahap perencanaan hingga pendampingan di lapangan. Menurutnya, sinergi antara Fakultas Filsafat Unpar dan Caritas Bandung menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan pengabdian kepada masyarakat yang partisipatif, kontekstual, dan berdampak nyata bagi penguatan ketangguhan masyarakat.

Romo Ote juga mengingatkan bahwa realitas di lapangan tidak selalu berjalan sesuai dengan perencanaan. Beragam dinamika sosial, budaya, maupun situasi yang tidak terduga merupakan bagian dari proses pembelajaran yang harus dihadapi dengan sikap terbuka, rendah hati, dan penuh kebijaksanaan. Oleh karena itu, para peserta diharapkan memiliki kemampuan untuk beradaptasi, membangun dialog dengan masyarakat, serta tetap berpegang pada tujuan utama pengabdian, yakni menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.

Lebih lanjut, Romo Ote menegaskan bahwa seluruh proses pembinaan yang telah dijalani selama masa pendidikan, baik di Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan maupun di lingkungan skolastikat, hendaknya tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam tindakan konkret di tengah masyarakat. Menurutnya, P3M bukan sekadar pelaksanaan kewajiban akademik, melainkan ruang pembelajaran yang membentuk kepekaan sosial, memperdalam semangat pelayanan, serta menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan melalui karya yang berpihak pada kebaikan bersama.

P3M adalah ruang pembelajaran yang membentuk kepekaan sosial, memperdalam semangat pelayanan, serta menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan melalui karya yang berpihak pada kebaikan bersama

Membawa Nama Baik Institusi

Romo Ote juga mengingatkan bahwa setiap peserta P3M merupakan representasi dari institusi yang mereka bawa. Karena itu, setiap sikap, tutur kata, dan tindakan selama berada di tengah masyarakat mencerminkan nama baik Universitas Katolik Parahyangan, Fakultas Filsafat, ordo religius, maupun seminari asal para peserta. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk menjaga integritas, membangun relasi yang penuh hormat, serta menghadirkan semangat pelayanan yang mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap interaksi dengan masyarakat.

Menutup arahannya, Romo Ote mendoakan agar seluruh peserta senantiasa dianugerahi kesehatan, kekuatan, dan penyertaan Tuhan selama menjalani seluruh rangkaian kegiatan P3M. Ia berharap program ini tidak hanya menjadi wahana pembelajaran yang memperkaya pengalaman akademik dan pastoral mahasiswa, tetapi juga menghadirkan kontribusi yang nyata bagi masyarakat mitra melalui semangat kolaborasi, kepedulian, dan pemberdayaan.

Penerjunan mahasiswa P3M Tahun 2026 ini kembali menegaskan komitmen Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan. Dengan dukungan para dosen, mitra Caritas Bandung, serta masyarakat setempat, P3M diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang mengintegrasikan refleksi filosofis, kepekaan sosial, dan aksi nyata. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya ditempa menjadi insan yang unggul secara intelektual, tetapi juga bertumbuh sebagai pribadi yang berintegritas, solider, dan memiliki komitmen untuk berkarya demi terwujudnya kebaikan bersama. (ICS – Yusuf S)