P3M 2026: Serah Terima Mahasiswa Fakultas Filsafat Disambut Hangat oleh Kepala Desa Cikahuripan


FAKULTAS FILSAFAT, 2026 – Rangkaian kegiatan pengabdian dan praktik lapangan mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) resmi dimulai dengan agenda serah terima di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para mahasiswa untuk berbaur, belajar, dan berkontribusi langsung di tengah-tengah masyarakat.

Penyambutan Hangat dan Pesan Khusus dari Kepala Desa

Acara serah terima berlangsung penuh kekeluargaan dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Cikahuripan, Bapak Oman Haryanto, S.E, beserta perwakilan perangkat desa, yakni Kang Yudis. Mengawali sambutannya, Bapak Oman secara rendah hati menyampaikan permohonan maaf kepada para mahasiswa dan panitia atas keterlambatannya hadir di lokasi dikarenakan sedang menerima tamu penting.

Meski sempat tertunda, kehangatan dan antusiasme Bapak Oman dalam menyambut rombongan mahasiswa tidak berkurang sedikit pun. Ia memberikan pesan dan arahan khusus agar para mahasiswa tidak canggung untuk membaur. Bapak Oman menekankan pentingnya mahasiswa untuk aktif ngobrol dengan warga dan pandai beradaptasi dengan lingkungan serta kearifan lokal Desa Cikahuripan. “Jangan sungkan untuk banyak ngobrol dengan warga, pelajari kebiasaan mereka, dan cepat beradaptasi. Anggaplah masyarakat di sini sebagai keluarga dan guru bagi kalian selama berada di desa,” pesannya yang disambut antusias oleh para mahasiswa. Kang Yudis turut mendampingi dan memfasilitasi mahasiswa dalam mengenali lingkungan serta dinamika desa.

Perkenalan dan Orientasi Medan Desa

Setelah prosesi serah terima, agenda dilanjutkan dengan sesi perkenalan diri para mahasiswa kepada Bapak Oman, Kang Yudis, serta nantinya tokoh masyarakat setempat. Hal ini bertujuan untuk membangun komunikasi yang baik dan menciptakan kedekatan emosional sebelum program kerja dimulai. Tak lupa, para mahasiswa menyampaikan latar belakang serta harapan mereka selama berada di desa.

Tak hanya sekadar perkenalan, mahasiswa berencana langsung melakukan orientasi medan di wilayah Desa Cikahuripan. Kegiatan ini dilakukan untuk memetakan kondisi geografis, sosial, dan budaya setempat. Orientasi medan ini menjadi krusial bagi mahasiswa sebagai modal untuk memahami dinamika kehidupan warga, mengenali potensi desa, serta merancang program yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Integrasi Melalui Pondokan di Rumah Warga

Sebagai bentuk integrasi dan kedekatan dengan warga, para mahasiswa mencari dan menempati pondokan di rumah-rumah warga setempat. Langkah ini sejalan dengan pesan Kepala Desa, diambil agar mahasiswa dapat merasakan langsung denyut nadi kehidupan sehari-hari masyarakat Cikahuripan, berinteraksi secara intens, dan menyerap kearifan lokal secara lebih mendalam. Warga desa pun dipastikan menyambut baik inisiatif ini dengan membuka pintu rumah mereka, menciptakan suasana kekeluargaan yang erat antara mahasiswa dan masyarakat.

Kehadiran mahasiswa Fakultas Filsafat di Desa Cikahuripan diharapkan menjadi lebih dari sekadar pemenuhan kewajiban akademik. Semoga setiap mahasiswa memiliki hati yang terbuka, kerendahan hati untuk belajar dari masyarakat, serta kepekaan dalam memahami kebencanaan dari perspektif pengalaman hidup warga. Melalui perjumpaan dan kehidupan bersama, kiranya tumbuh empati, kebijaksanaan, dan komitmen untuk menghadirkan filsafat yang membumi serta berpihak pada martabat manusia.

Selamat bertugas dan selamat berbaur dengan warga Desa Cikahuripan. Semoga kegiatan ini membawa manfaat yang luas, baik bagi pengembangan diri mahasiswa maupun bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang (ICS – Yusuf S).